News

Usai antar anak buah ke pelanggan, Feri muncikari prostitusi online dibekuk polisi

Merdeka.com – Usai mengantar anak buahnya menemui pria hidung belang di salah satu hotel di Jalan Diponegoro, muncikari prostitusi online, Feri Ferdianto dibekuk anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.

Selain mengamankan pria 29 tahun, warga Bendul Merisi ini, polisi juga mengamankan korban beserta pelanggannya yang sudah berada di kamar hotel.

“Yang bersangkutan kami tangkap usai mengantarkan korban (PSK) untuk transaksi dengan pelanggannya,” terang Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, Kamis (28/9) sore.

Lily mengatakan, berdasarkan pendalaman penyidik, bisnis prostitusi online milik tersangka ini sudah berjalan sekitar satu bulan lebih. Modusnya, memasang foto perempuan-perempuan yang siap menemani para pria hidung belang di grup Facebook ‘Grup Warkop Senggol Area Sido/Surabaya dan Moker’.

“Jualnya ya di grup itu. Setelah saling tawar-menawar dan disetujui tersangka, korban, dan pelanggan, mereka langsung janjian. Tersangka kemudian mengantarkan korban ke si pemesan,” ucap mantan Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini.

Tersangka sendiri mengaku, untuk sekali kencan, dia memasang banderol Rp 1 juta. Dan dari tarif itu, dia mengambil untung Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Sisanya untuk anak buahnya yang dipesan oleh pelanggan.

Selain dapat untung dari tarif kencan, tersangka juga mengaku mendapat komisi rata-rata Rp 300 ribu dari si pelanggan. “Total yang saya dapat biasanya Rp 400 ribu sampai 500 ribu rupiah,” akunya.

Tersangka juga mengaku, untuk merekrut anak buah, dia hanya menawarkan kepada wanita-wanita yang butuh uang tambahan. Salah satunya perempuan asal Jombang berinisial S, yang ikut diamankan petugas.

S yang sehari-hari bekerja sebagai SPG di salah satu mal di daerah Surabaya selatan ini mengaku, kenal baik dengan tersangka, yang kemudian menawarinya kerja sampingan untuk menemani pria hidung belang.

Karena alasan ekonomi, perempuan 26 tahun inipun menerima tawaran tersangka. “Waktu ditawari langsung saya ambil, buat tambahan beli susu anak,” aku janda satu anak ini.

Selanjutnya, tersangka akan dijerat Pasal 506 KUHP dan Pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). [rzk]

Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress